Rabu, 12 November 2014

Pergi tak kembali






















Sepucuk surat tak perna kamu kirim
Aku tak tau apa yang terjadi denganmu disana, namun semenjak kamu pergi hatiku bimbang
Ada rasa yang membuatku mencemaskanmu, setiap kali aku coba mengirim surat tak perna 1 pun
Kamu balas.
“apa yang sedang terjadi denganmu?”
  
#2 minggu berlalu
Pagi hari aku sudah di bangunkan oleh ibu ku yang mengatakan pengantar surat datang membawa
surat untuku, dengan cepat aku berlari dengan senang berharap surat yang lama aku tunggu datang,
tak lama surat pun sudah di tanganku dengan cepat aku berlari kekamar ku rasanya sudah tak tahan
ingin cepat membaca surat ini, saat ku baca air mata ini menetas dan tak sengaja ku jatuhkan surat
itu, apa yang selama ini tak perna aku bayangkan, bahkan tak perna selintas di pikiran ku
“kenapa, kenapa dia harus membohongiku!” teriakku histeris

Hai 
Aku minta maaf aku tidak sempat membalas suratmu ataupun menghubungimu
Apa kabar? Ku harap kau baik-baik saja, jangan khawatirkan ku ya aku baik-baik saja disini,
Maaf sebelumnya aku tidak perna bercerita tentang ini terhadapmu aku hanya tak ingin kau
Bersedih ,Aku yakin kau adalah wanita yang berbeda aku yakin kau bisa tanpaku, sudah jangan
bersedih seperti itu  tersenyumlah untukku  setelah operasi ini selesai aku kan menemui di
tempat kita berjumpa dulu
aku sayang kamu 
                                                                                                            pemilik hatimu

dan dilampirkan sebuah kertas yang mengatakan bahwa dia akan melakukan operasi kanker
dan beberapa foto dia terbaring namun masih sempat tersenyum
“tuhan jaga dia untukku, lancarkan segala sesuatunya”

#1bulan kemudian
“terima kasih sudah datang untukku”
“kamu jahat kenapa kamu tidak perna bercerita”
“aku tidak ingin membuatmu cemas”
“iya iya aku tau itu yang akan kamu ucapkan”
“haha ya sudah sana cepat pulang, aku ingin beristirahat”
“tapi janji kamu akan baik-baik saja”
“sudah cepat pulang”
“iya iya aku pulang hu”
Belum sempat aku keluar “besok bisakah kamu tidak temui aku terlebih dahulu, aku ingin
Beristirahat” “iya besok aku tidak kesini aku juga ada ujian besok, kamu jangan lupa minum obat
oke, berjanjilah kamu akan baik-baik saja” aku pun berjalan keluar kamar
“maaf aku harus membohongimu, maafkan aku tidak bisa menepati janjiku” (kulihat dia keluar
Kamarku dan itu untuk terakhir kalinya aku melihat dia karna sebetulnya operasi itu gagal karna
Kangker ini sudah menyebar)

#2hari kemudian
Aku sudah berada di tempat pemakaman dimana dia terbaring di bawa sana
“jika ku tau hari itu hari terakhirmu aku ingin sekali menghabiskannya bersamamu, tetapi
Kamu mala menutupi semuanya, kenapa apa kamu sebenci itu terhadapku, kenapa kamu pergi
Begitu saja bukankah kamu sudah berjanji akan menemuiku di tempat kita dulu”
Ya disini lah aku bersama butiran-butiran air mata, ya aku sayang dia bahkan jika aku harus
Bersamanya aku ingin selalu bersamanya aku ingin menghabiskan waktu bersamanya
Aku memang wanita tegar aku memang wanita hebat tapi dibalik semua itu hatiku rapuh
Saat orang yang sangat berarti dalam hidupku pergi begitu saja

#1hari setelah pemakaman
Aku datang di tempat yang membuatku mengenal dia, tanpa sengaja aku menemukan selembar
kertas

‘Hai sayang apa kabar? Aku harap kamu baik-baik saja, maafkan aku ya sayang
Aku tidak bisa menepati janjiku, maafkan aku karna meninggalkanmu begitu saja
Aku harap kamu bisa terima ini semua, kamu punya masa depan yang akan datang
Jadi kuharap kamu tegar dan aku ingin melihatmu dari sini aku ingin melihatmu bahagia
Mewujudkan mimpi-mimpimu, sayang jangan bersedih karna jika satu air mata menetes di pipimu
Aku juga merasakan sakit itu, jadi kumohon bahagia aku yakin kamu wanita ku yang tegar wanita
Ku yang kuat.  ^Aku sayang kamu dan kamulah pemilik hati yang aku cintai^

#3bulan lamanya
Ya disinilah aku dengan semua mimpi-mimpiku yang terwujud satu per Satu
Dan hari ini aku berniat untuk pergi ke pemakaman seperti hari-hari biasanya
Untuk bercerita tentang hari ini

#setibanya di pemakaman
“sayang ku yakin kamu melihat ku dengan tersenyum karna sekarang aku sudah bahagia, aku
Sudah mewujudkan mimpiku sayang, kamu bahagiakan terima kasih ya sayang untuk semuanya”
 Dan kemudian aku berlalu dari pemakaman ^pemilik hatiku^




Tidak ada komentar:

Posting Komentar