
Sepucuk surat tak perna kamu kirim
Aku tak tau apa yang terjadi denganmu disana, namun semenjak
kamu pergi hatiku bimbang
Ada rasa yang membuatku mencemaskanmu, setiap kali aku coba
mengirim surat tak perna 1 pun
Kamu balas.
“apa yang sedang
terjadi denganmu?”
#2 minggu berlalu
Pagi hari aku sudah di bangunkan oleh ibu ku yang mengatakan
pengantar surat datang membawa
surat untuku, dengan cepat aku berlari dengan senang
berharap surat yang lama aku tunggu datang,
tak lama surat pun sudah di tanganku dengan cepat aku
berlari kekamar ku rasanya sudah tak tahan
ingin cepat membaca surat ini, saat ku baca air mata ini
menetas dan tak sengaja ku jatuhkan surat
itu, apa yang selama ini tak perna aku bayangkan, bahkan tak
perna selintas di pikiran ku
“kenapa, kenapa dia
harus membohongiku!” teriakku histeris
Hai
Aku minta maaf aku tidak sempat membalas suratmu
ataupun menghubungimu
Apa kabar? Ku harap kau baik-baik saja, jangan
khawatirkan ku ya aku baik-baik saja disini,
Maaf sebelumnya aku tidak perna bercerita tentang
ini terhadapmu aku hanya tak ingin kau
Bersedih ,Aku yakin kau adalah wanita yang
berbeda aku yakin kau bisa tanpaku, sudah jangan
bersedih seperti itu tersenyumlah
untukku setelah
operasi ini selesai aku kan menemui di
tempat kita berjumpa dulu
aku sayang kamu
pemilik
hatimu
dan dilampirkan sebuah kertas yang mengatakan bahwa dia akan
melakukan operasi kanker
dan beberapa foto dia terbaring namun masih sempat tersenyum
“tuhan jaga dia
untukku, lancarkan segala sesuatunya”
#1bulan kemudian
“terima kasih sudah datang untukku”
“kamu jahat kenapa kamu tidak perna bercerita”
“aku tidak ingin membuatmu cemas”
“iya iya aku tau itu yang akan kamu ucapkan”
“haha ya sudah sana cepat pulang, aku ingin beristirahat”
“tapi janji kamu akan baik-baik saja”
“sudah cepat pulang”
“iya iya aku pulang hu”
Belum sempat aku keluar “besok bisakah kamu tidak temui aku
terlebih dahulu, aku ingin
Beristirahat” “iya besok aku tidak kesini aku juga ada ujian
besok, kamu jangan lupa minum obat
oke, berjanjilah kamu akan baik-baik saja” aku pun berjalan
keluar kamar
“maaf aku harus membohongimu, maafkan aku tidak bisa
menepati janjiku” (kulihat dia keluar
Kamarku dan itu untuk terakhir kalinya aku melihat dia karna
sebetulnya operasi itu gagal karna
Kangker ini sudah menyebar)
#2hari kemudian
Aku sudah berada di tempat pemakaman dimana dia terbaring di
bawa sana
“jika ku tau hari itu hari terakhirmu aku ingin sekali
menghabiskannya bersamamu, tetapi
Kamu mala menutupi semuanya, kenapa apa kamu sebenci itu
terhadapku, kenapa kamu pergi
Begitu saja bukankah kamu sudah berjanji akan menemuiku di
tempat kita dulu”
Ya disini lah aku bersama butiran-butiran air mata, ya aku
sayang dia bahkan jika aku harus
Bersamanya aku ingin selalu bersamanya aku ingin
menghabiskan waktu bersamanya
Aku memang wanita tegar aku memang wanita hebat tapi dibalik
semua itu hatiku rapuh
Saat orang yang sangat berarti dalam hidupku pergi begitu
saja
#1hari setelah pemakaman
Aku datang di tempat yang membuatku mengenal dia, tanpa
sengaja aku menemukan selembar
kertas
‘Hai sayang apa kabar? Aku
harap kamu baik-baik saja, maafkan aku ya sayang
Aku tidak bisa menepati
janjiku, maafkan aku karna meninggalkanmu begitu saja
Aku harap kamu bisa terima ini
semua, kamu punya masa depan yang akan datang
Jadi kuharap kamu tegar dan
aku ingin melihatmu dari sini aku ingin melihatmu bahagia
Mewujudkan mimpi-mimpimu,
sayang jangan bersedih karna jika satu air mata menetes di pipimu
Aku juga merasakan sakit itu,
jadi kumohon bahagia aku yakin kamu wanita ku yang tegar wanita
Ku yang kuat. ^Aku sayang kamu dan kamulah pemilik hati
yang aku cintai^
#3bulan lamanya
Ya disinilah aku dengan semua mimpi-mimpiku yang terwujud
satu per Satu
Dan hari ini aku berniat untuk pergi ke pemakaman seperti
hari-hari biasanya
Untuk bercerita tentang hari ini
#setibanya di pemakaman
“sayang ku yakin kamu melihat ku dengan tersenyum karna
sekarang aku sudah bahagia, aku
Sudah mewujudkan mimpiku sayang, kamu bahagiakan terima
kasih ya sayang untuk semuanya”
Dan kemudian aku
berlalu dari pemakaman ^pemilik hatiku^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar